Jumat, 14 Oktober 2011

BAB IV KONSEP DIRI DAN POLA KONSUMSI

Lecturer by :  Prof Dr Ir Ujang Sumarwan Msc

                       www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
 
Arti Konsep Diri
Hawkins and Mothersbaugh (2010) menyatakan bahwa self-concept is defined as the totality of the individual’s thought and feelings having reference to himself or herself as an object. Defenisi ini dengan tegas mengatakan bahwa konsep diri adalah persepsi atau perasaan seseorang terhadap dirinya. Konsep diri seseorang menggambarkan bagaimana sikap orang tersebut terhadap dirinya. Konsep ini sangat terkait dengan karakter atau sifat-sifat dari kepribadian seseorang.

Teori Konsep Diri
Loudon dan Della Bita (1993) menyatakan bahwa empat teori utama tentang konsep diri, yaitu :
1.      Self-Appraisal, menyatakan bahwa konsep diri seseorang terkait dengan perilakunya yang diterima masyarakat atau ditolak masyarakat.
2.      Reflected Appraisal, menyatakan bahwa konsep diri akan terbentuk karena seseorang menerima penghargaan dari orang lain. Pemberi penghargaan dan besarnya penghargaan akan menentukan derajat konsep diri yang terbentuk.
3.      Social Comparison, cenderung menganggap bahwa orang adalah pasif, dia hanya merefleksikan penghargaan yang diperolah dari orang lain.
4.      Biased Scanning, mengemukakan bahwa konsep diri sangat terkait dengan motivasi dan biased scanning yaitu bagaimana pandangan seseorang terhadap lingkungannya. Pengembangan konsep diri sangat tergantung kepada aspirasi dan motivasi seseorang untuk mencapai tujuan tertentu, dan selanjutnya ia akan melakukan pengamatan bias terhadap lingkungannya untuk mencari informasi  yang dapat menguatkan aspirasi dan motivasinya.

Dimensi Konsep Diri
Solomon (2009) mengatakan konsep diri terdiri atas banyak unsur atau dimensi atau atribut. Evaluasi terhadap semua atribut tersebut akan menghasilkan bahwa  suatu atribut mungkin akan memiliki nilai lebih baik dibandingkan atribut lainnya. Atribut-atribut konsep diri adalah sebagai berikut :
1.      Dimensi isi, misalnya kesesuaian antara penampilan fisik dengan kepribadian
2.      Nilai positif atau negatif, misalnya kepercayaan diri. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah akan menganggap dirinya tidk berani atau ragu untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik.
3.      Intensitas, Stabilitas, dan akurasi. Contohnya adalah hasil evaluasi pribadi yang dihubungkan dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.

Konsep Diri dan Budaya
Konsep diri seseorang menggambarkan bagaimana sikap orang tersebut terhadap dirinya. Konsep diri sangat terkait dengan karakter atau sifat-sifat dari kepribadian seseorang. Konsep diri sangat terkait dengan persepsi seseorang terhadap dirinya yang direfleksikan dengan perilaku konsumsinya.
Solomon (2009) mengatakan konsep diri terdiri atas banyak unsur atau dimensi atau atribut. Evaluasi terhadap semua atribut tersebut akan menghasilkan bahwa suatu atribut mungkin akan memiliki nilai lebih baik dibandingkan atribut lainnya. Atibut-atribut konsep diri adalah dimensi isi, nilai positif atau negatif, intensitas, stabilitas, dan akurasi. Sementara itu, hawkins and othersbaugh (2010) membagi konsep diri menjadi empat bagian, yaitu konsep diri aktual vs. konsep diri ideal, dan konsep diri pribadi vs. konsep diri sosial. Loudon dan Della Bita (1993) menyatakan empat teori utama tentang konsep diri, yaitu sebagai berikut self-appraisal, reflected appraisal, social comparison, dan biased scanning.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar