Jumat, 14 Oktober 2011

BAB I Konsumen dan Perilaku Konsumen


Lecturer by :  Prof Dr Ir Ujang Sumarwan Msc
                       www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
 
Defenisi Perilaku Konsumen
Istilah perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalan mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

Beberapa defenisi dan perilaku konsumen dikemukakan oleh penulis :
·         Proses pengambilan keputusan & aktivitas fisik dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan & menghabiskan barang atau jasa ( Loudon dan Della-Bitta, 1993)
·         Perilaku yang ditujukan oleh orang-orang dalam merencanakan, membeli, dan menggunakan barang-barang ekonomi dan jasa ( Winardi, 1991)
·         Perilaku yang dikaitkan dengan “preferences & Possibilities” ( Deaton dan Muellbauer,1986)
·         Perilaku konsumen merupakan pengkajian dari perilaku manusia sehari-hari (Mullen dan Johnson, 1990)

Perilaku Konsumen di Dunia
1.      Disiplin perilaku konsumen tumbuh dan berkembang karena konsumen memiliki kesamaan perilaku dan juga perbedaan perilaku.
2.      Konsumen di berbagai negara memakai pakaian dan aksesoris yang sama. Laki-laki memakai celana panjang atau pendek, kemeja berkerah atau kaos, memakai jam tangan dan menggunakan telepon genggam. Konsumen wanita memakai kosmetik dan menjinjing tas tangan saat bepergian, mereka memakai gelang, kalung, cincin, dan aksesoris lainnya.
3.      Globalisasi ekonomi dan perdagangan serta budaya serta akses internet yang semakin luas dan mudah serta murah menyebabkan semakin seragamnya perilaku konsumen di berbagai negara. Konsumen suatu negara akan saling mempengaruhi konsumen di negara lain.

4.      Globalisasi menyebabkan batas geografi dan budaya semakin berkurang, sehingga perilaku konsumen semakin sama satu sama lain. Merek barang dan jasa telah menjadi pengikat antar konsumen di berbagai negara. Konsumen di berbagai negara akan memiliki persepsi yang relatif sama terhadap merek yang memiliki ekuitas merek yang tinggi. Merek-merek global, seperti coca-cola, Pepsi, McDonald, Toyota, Honda, Nokia, Blackberry, dan ratusan merek global lainnya telah mempersatukan konsumen di dunia.
5.      Program pemasaran yang agresif dari perusahaan muntinasional telah mendorong konsumen di berbagai negara dapat dengan mudah mendapatkan berbagai barang dan jasa dari berbagai negara.
Ada beberapa alasan mengapa perilaku konsumen dipelajari, pertama adalah kepentingan pemasaran, kedua adalah kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen, ketiga adalah untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.
Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu (a) kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya, (b) faktor perbedaan individu konsumen, (c) faktor lingkungan konsumen. Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen.
Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik. Pemahaman yang baik kepada perilaku konsumen akan membantu para manajer pemasaran untuk melakukan hal-hal berikut: analisa lingkungan, riset pasar, segmentasi, positioning, dan bauran pemasaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar